contoh kalimat be on edge
- On the morning of the auction, I was on edge.
Paginya sebelum penawaran, aku menjadi khilaf. - Dell? You been on edge ever since he got here.
Kau terpuruk sejak dia di sini. - You've been on edge since we found that crossroads.
Kamu berada diujung semenjak kita menemukan perempatan itu. - You might be on edge because you're not feeling 100%.
Kau mungkin merasakanya karena kau tidak dalam kondisi 100% - Yeah, you know, just been on edge since we got back.
Ya, kau tahu, aku agak kaku sejak kita kembali. - We've all had good reason to be on edge lately.
Kita semua punya alasan yang tepat untuk merasa cemas akhir-akhir ini. - Do not be on edge!
Jangan berada di tepi! - Can't both be on edge so just drink your beer and chill out.
Tidak bisa keduanya tidak sadar jadi minum saja birmu dan tenanglah. - We've been on edge since we've come across those bastards. And because we're all still reeling from the loss of your mother,
Kita dalam masalah sejak bertemu para bajingan itu dan karena kita semua masih mengatasi kehilangan Ibu kalian - Well, if you want my opinion, I think Bobby has been on edge because of his interview, and he's lashing out because he's nervous.
Well, Jika kau menginginkan pendapatku, menurutku Bobby kelewatan karena wawancaranya, dan dia terpukul karena dia gugup. - Just keep to your target. You know, you've been on edge ever since we got off the plane. If you want to talk about it, maybe I could--
tetap awasi targetmu kau tahu, kau sedang berada di ujung semenjak kita keluar dari pesawat jika kau ingin membicarakannya, mungkin aku bisa-- menyelamatkan aku? - Oh, okay. Well, you know, um... this is probably none of my business, but I'm a little concerned about him. He, uh... he's kind of been on edge recently.
Oh, oke yah, tahukah kau, um... ini mungkin bukan urusanku, tapi aku sedikit prihatin tentangnya dia, uh... dia seperti sedang dalam masalah, akhir-akhir ini yah, aku tahu kau tahu, kadang-kadang sangatlah membantu membicarakan sesuatu hal